Sabtu, 24 Mei 2008

NAMA ANGGOTA RAPI WILAYAH 13 NAGAN RAYA

No

Nama

10 - 28

1

SAYUDIN, ST

NA

November Alfa

2

M. JONI

NP

November Papa

3

DRS. T. ZULKARNAINI

NG

November Golof

4

M. KASEM IBRAHIM, BSc

NU

November Uniforom

5

DRS. H. T. ZAMZAMI.TS, MM

NTZ

November Tengo Zulo

6

Hj. CUT INTAN MALA

NCI

November Carli Indian

7

DRS. AMRAN HASAN

NAM

November Alfa Mike

8

MOHD. ALFATAH, S. Ag

NAC

November Alfa Carli

9

DRS. SYECH MARHABAN

NSM

November Sera Mike

10

MARSUL ALAM

NMC

November Mike Carli

11

H. ANSARI HASMI

NAK

November Alfa Kilo

12

M. DIN IDRIS

NDI

November Delta India

13

DRS, SOFYAN. S

NSS

November Sera Sera

14

IR . H. CHAIRIL ANWAR

NCA

November Carli Alfa

15

HAMIDI, SE

NBU

November Bravo Uniforom

16

DRS. H. DJASMI HAS

NJH

November Juliet Hotel

17

IR. DARWIS

NDA

November Delta Alfa

18

NURDIN. T

NAT

November Alfa Tengo

19

MUALIMIN, SH

NMA

November Mike Alfa

20

USMAN. M

NAI

November Alfa India

21

CHAIRUMAN

NNN

November November November

22

Hj. ROSNA

NIH

November India Hotel

23

AMIRUDIN

NAR

November Alfa Romio

24

HASAN BASRI, MM

NAH

November Alfa Hotel

25

AMRI IDRIS

NAL

November Alfa Lima

26

DRS. USMAN. B

NUS

November Univorom Sera

27

SAFARI

NTA

November Tengo Alfa

28

MARZUKI

NIC

November India Carli

29

ADNAN USMAN

NEP

November Eko Papa

30

EDI SAPUTRA

NEW

November Eko Wiski

31

HASBALLAH

NAS

November Alfa Sera

32

CATUR ARYA PRAHA

NCW

November Carli Wiski

33

M. SALEH BEN

NIK

November India Kilo

34

HASMAINUR. Z

NEL

November Eko Lima

35

SAMSUL BAHRI

NOL

November Oscar Lima

36

KHAIRIL SAID

NKS

November Kilo Sera

37

SUWARDI

NSD

November Sera Delta

38

SABIRIN. Z

NSB

November Sera Bravo

39

ARDI

NAB

November Alfa Bravo

40

AFWANDI

NMB

November Mike Bravo

41

SYARIFUDDIN ZAIKANI, S Ag

NSK

November Sera Kilo

42

T. AMIRUDDIN

NTR

November Tengo Romeo

43

SAIFULLAH

NSP

November Sera Papa

44

DRS. AZHARI ALWI

NAZ

November Alfo Zulo

45

BUKHARI

NPB

November Papa Bravo

46

DATOK NURDIN

NDT

November Delta Tengo

47

ABD. KARIM NUR, S. Pt

NAD

November Alfa Delta

48

FIRDAUS

NAX

November Alfa Xtri

49

SABARUDDIN

NBX

November Bravo Xtri

50

ALMU JAHID

NCX

November Carli Xtri

51

HAJIDAN

NHJ

November Hotel Juliet

52

DANDA RUNTALA

NDD

November Delta Delta

53

SAID MUSTAJAB

NSJ

November Sera Juliet

54

H. ZULKARNEN, S. Sos

NKR

November Kilo Romio

55

SUGIONO

NSY

November Sera Yengki

56

MUSLEM IDRIS

NMI

November Mike Indian

57

ARIFIN

NPC

November Papa Carli

58

TONY PRIYONO

NTO

November Tengo Oscar

59

WAHIDIN

NWD

November Wiski Delta

60

SAMSUL RIJAL

NRB

November Romio Bravo

61

ISWANDIR

NWB

November Wiski Bravo

62

ABRAL

NCB

November Carli Braco

63

ZULFIKAR, SH

NZS

November Zulo Sera

64

MOHAMMAD ZAINI

NZC

November Zulo Carli

65

H. ISMAIL DAUD

NID

November Indian Delta

66

H. EVENDI IBRAHIM

NEI

November Eko Indian

67

H. SAID JUNAIDI

NSI

November Sera Indian

68

TGK. BUKHARI

NBH

November Bravo Hotel

69

TGK. SYAFARI

NTG

November Tengo Golof

70

ZULKIFLI

NPL

November Papa Lima

71

ZAINAL ABIDIN

NZA

November Zulo Alfa

72

AZMAN

NZM

November Zulo Mike

73

H. HUSAINI/ SEKWAN

NSW

November Sera Wisky

74

M. YUNUS SYAMSUDDIN

NPI

November Papa Indian

75

FAKHRUDDIN (Pabung)

NF

November Foxrodt

76

TANTAWI

NTW

November Tango Wisky

77

MUSLIADI, S. PdI

NMD

November Mike Delta

78

TEUKU RUSLAN

NRL

November Romio Lima

79

EDI AFRIZAL

NEA

November Eko Alfa

80

ADRI

NUJ

November Uniforom Juliet

81

UBAIDILLAH

NUL

November Uniforom Lima

82

USMAN, S.Pd.I

NJO

November Juliet Oscar

83

SAIFUL, SE

NSA

November Sera Alfa

84

RAJA SAID. RA

NRR

November Romeo Romeo

85

AGUSSALIM. RZ

NRZ

November Romeo Zulu

86

AJIMI

NMJ

November Mike Juliet

87

MUHAJIRIN

NJJ

November Juliet Juliet

88

JAMALUL HAKIM

NJI

November Juliet Indian

89

YUSNAINI

NYI

November Yanki Indian

90

SARJUNA

NJA

November Juliet Alfa

91

ABDUL HAMID, ST

NBI

November Bravo Indian

100

RIDWAN

NCS

November Carli Sera

101

SADIKIN

NKM

November Kilo Mike

102

SUWARNO

NWT

November Wisky Tango

103

MISDAR

NRK

November Romio Kilo

104

MUSTAFA

NMT

November Mike Tango

105

ZAINUDDIN

NZD

November Zulu Delta

106

T. KEUMANGAN, SH

NKG

November Kilo Golof

107

SUDIONO

NSV

November Sera Viktoria

108

T.M YUNUS

NMY

November Mike Yangki

109

HENDRIAN DENI

NED

November Eko Delta

110

LO SUHENDRI

NLS

November Lima Sera

111

ILYAS. M

NIL

November Indian Lima

110

AZHARI, SE

NHS

November Hotel Sera

111

JAMALUDDIN

NJL

Novemver Juliet Lima

110

KHAIRI, S. Pd.I

NKI

November Kilo Indian

111

SAIFUL AZMI

NSZ

November Sera Zulu

110

MUHAMMAD ALI

NUA

November Uniforom Alfa

CODE ETIK RAPI

1. Anggota RAPI berjiwa patuh
Anggota RAPI harus patuh pada perundang-undangan
Telekomunikasi dan peraturan yang berlaku.
2. Anggota RAPI berjiwa jujur
Anggota RAPI harus jujur dalam berprilaku
dalam kumunikasi.
3. Anggota RAPI berjiwa santun
Anggota RAPI harus santun dalam berkomunikasi.
4. Anggota RAPI berjiwa tenggang rasa
Anggota RAPI harus memiliki tenggang rasa
terhadap sesama.
5. Anggota RAPI bertanggung jawab
Anggota RAPI harus memiliki rasa tanggung jawab.

PEUKAN SIMPANG PEUT, PERJALANAN ZAMAN, PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN.

By. Miska

Banyak cerita menarik ditemukan pada rentang waktu ini, bagaimana susahnya para pedagang menjual barangnya. Banyaknya warga yang tidak berani mendatangi peukan mingguan ini. Sehingga menyebabkan pedagang mengalami kemunduran dalam penjualan dagangannya. Bagaimana para ibu-ibu rumah tangga menjerit harga bahan pertanian melonjak dengan sangat tinggi. Ongkos angkutan barang dari medan sebagai pemasok sebagian besar barang di Aceh pun naik secara signifikan, akibat dari naiknya setoran pungli yang dilakukan di jalanan.

Eksodusnya para warga transmigrasi menyebabkan peukan simpang peut mengalami perubahan yang sangat signifikan. Banyak harga pokok produk pertanian seperti palawija, tahu, tempe dan produk ternak seperti ayam, kambing dan lainnya mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Hilangnya produk-produk ini di peukan simpang peut sangat memberatkan bagi ibu-ibu rumah tangga. Pedagang pun tidak banyak lagi yang berani berjualan apalagi yang berasal dari luar daerah Nagan Raya.

Setelah rentetan cobaan dari Allah dengan berbagai macam cobaan dan rintangan perkembangan peukan ini belum berakhir. Cobaan maha dahsyat menimpa Aceh pada tanggal 26 Desember 2004, Gempa 8.9 skala richter dan gelombang tsunami yang menghancurkan hampir separuh wilah pesisir Aceh. Menyebabkan korban yang meningal dan hilang mencapai 250.000 jiwa. Cobaan ini membawa berkah secara global untuk Aceh juga, yaitu adanya kesepakatan damai antara Pemerintah dan GAM untuk menghentikan konflik yang berkepanjangan di Aceh.

Walaupun pada awalnya ada keberatan dari sebahagian pihak yang merasa untung dengan konflik Aceh, namun pemerintah dan GAM bertekat ini harus dihentikan untuk mempercepat proses pemberian bantuan kepada korban. Proses yang dikenal di Aceh MoU Helsinki ini telah membawa Aceh terbuka secara luas. Dan proses rehabilitasi dan rekonstruksi juga bisa dilakukan dengan maksimal.

Ini berimbas juga pada Peukan Simpang Peut, pedagang mulai bergiat kembali berjualan. Masyarakat juga sudah mulai berinteraksi kembali dalam menjual dan membeli produknya. Sehingga simpang Peut bergeliat ke arah pengembangan yang positif. Warga transmigrasi yang sebelum konflik merupakan produsen produk pertanian palawija dan ternak murah juga sebagian telah kembali ke tempat masing-masing. Namun masih sedikit. Tetapi ini merupakan arah perkembangan positif sebagai penunjang perkembangan Peukan ini.

Bagi Nagan Raya ini merupakan aset yang harus dikelola dengan baik. Bukan hanya sapi perah, dalam artian hanya menarik pajak dari pedagang tapi sarana dan prasarana pendukung pasar tidak dipersiapkan dengan baik. Terlihat Pemkab Nagan Raya masih melihat bahwa ini bukan potensi besar, buktinya masih banyak tempat-tempat pedagang masih berupa bangunan tidak permanen. Riol masih dibangun asal-asalan, jalanpun masih sering dibanjiri air.

Pemerintah perlu mengembangkan tata ruang yang serius bagi peukan Simpang Peut ini. Bilamana masih belum dikelola secara baik peukan ini akan mengalami mati suri bahkan hilang dari sejarah seperti peukan Keude Nilop, Peukan Lhok Tonge dan beberapa pekan mingguan lainnya. Apalagi bila transportasi bagus, maka masyarakat akan lebih memilih untuk berbelanja ke Meulaboh. Jadi momentum Dana besar yang ada di Aceh lewat BRR dan MDF-World Bank yang hanya sampai 2009 ini harus bisa dimanfaatkan secara baik oleh Pemkab Nagan Raya. Jadi Pemkab bukan hanya pandai mengelola APBK yang sudah menjadi rahasia umum banyak jebolnya ke kantong-kantong pribadi. Tetapi juga bisa menarik modal dari luar dan bahkan investor kakap yang bisa lebih mensejahterakan masyarakat.

Tulisan ini penulis angkat adalah sebagai rasa cinta penulis untuk peukan simpang peut yang sudah melegenda, juga rasa cinta penulis kepada Nagan Raya yang sudah 6 tahun di sahkan sebagai kabupaten. Namun perkembangan masih seperti jalan di tempat. Anggaran pembangunan lebih kecil dari pada anggaran rutin untuk gaji dan operasional kantor. Sungguh ironi. Penulis tidak bisa membayangkan bagaimana kecewanya rakyat Nagan Raya bilamana kebijakan dari pemerintah akan meleburkan kabupaten yang tidak mampu mendapatkan APBK dan pendapatan asli lainnya kepada kabupaten Induk. Sungguh tidak bisa dibayangkan. Namun ini bisa saja terjadi bila pemerintah Nagan Raya masih tergantung dengan dana pusat.

Ayo bangkit Nagan, benahi diri, bersihkan diri. Baru Nagan bisa dijual sebagai tempat investasi yang menarik bagi investor. Dengan sendirinya Peukan Simpang pun akan berkembang.

PS. RAPI NAGAN RAYA DALAM GAMBAR

PS. RAPI NAGAN RAYA DALAM GAMBAR

BANKOM 3 THN TSUNAMI DALAM GAMBAR

BANKOM 3 THN TSUNAMI DALAM GAMBAR

RAPI WILAYAH 13 DALAM GAMBAR

RAPI WILAYAH 13 DALAM GAMBAR

RAPI NAGAN RAYA DALAM GAMBAR

RAPI NAGAN RAYA DALAM GAMBAR

RAPI DALAM GAMBAR

RAPI DALAM GAMBAR

Peukan Simpang Peut, Hujan Tak berlumut Panas Tak Lekang

Oleh : Miska

Simpang Peut yang terletak di kecamatan Kuala, 9 kilometer dari Jeuram dan 25 kilometer dari Meulaboh merupakan salah satu pasar mingguan terbesar di pantai barat Aceh. Ini merupakan pasar mingguan kebanggaan masyarakat Nagan Raya.

Pasar simpang Peut ini telah mengalami pasang surut perkembangannya. Tahun 1980-1998 merupakan era kejayaan pasar ini. Pada decade ini pasar simpang peut merupakan pasar yang Sangat sibuk dan menjadi rujukan bagi setiap warga yang ingin berbelanja di pantai barat Aceh. Pasar Simpang Peut terkenal sampai ke Tapak Tuan, Blang Pidie, Singkil dan Aceh Jaya. Dan menjadi rujukan bagi setiap pedagang maupun pembeli.

Era ini juga orang yang mengakses pasar ini yang diadakan setiap hari minggu. Ratusan ribu orang mengadakan transaksi penjualan dan pembelian lewat pasar ini. Harga barang menjadi rujukan bagi setiap pembeli karena sudah menjadi tradisi bahwa harga barang disini lebih murah dibandingkan tempat-tempat lain. Terutama sekali barang-barang pertanian, ternak.

Hal ini disebabkan, Nagan Raya pada era 1980-1998 meruapakan kawasan penduduk transmigrasi di Aceh. Sehingga produktifitas dari penduduk transmigrasi sangat melimpah didukung oleh kawasan yang luas dan jumlah penduduk transmigrasi yang banyak hampir seimbang dengan penduduk asli di Nagan Raya.

Era 1999-2004 merupakan era suram bagi pasar simpang peut. Era ini merupakan era konflik antara GAM (Gerakan Aceh Merdeka) dan Pemerintah Indonesia. Dimana GAM menuntut untuk berpisah dari Republik Indonesia. Sehingga melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Indonesia. Melakukan serangkaian gerilya. Sehingga pemerintah Indonesia melakukan operasi untuk menstabilkan keamanan menurut pemahaman Pemerintah Indonesia. Sehingga sering terjadi kontak senjata atau sweeping dan penahanan terhadap orang yang diduga membantu kedua belah pihak.

Rentetan kejadian ini menyebabkan banyak pedagang yang tidak berani berjualan lagi di pasar. Karena adakalanya sweeping dilakukan di pasar bahkan pernah kejadian kontak senjata disaat pedagang dan pembeli sedang melakukan transaksi. Untuk menghindari ekses dari peristiwa tersebut banyak pedagang yang tiarap tidak berani berjualan lagi di pasar simpang peut. Yang paling krusial bagi perkembangan pasar ini juga adalah eksodusnya para trasmigrasi

Bersambung

Mengenai Saya

Foto saya
Sekretariat: Jln. Jeuram - Simpang Peut Desa Gampong Teungoh Telp. (0655) 41453 Freq. 14.3600(-155)Tune. 79,7 email : jz.01.nki@gmaill.com / Jz_01_nki@yahoo.co.id